Soal Kematian WNI Asal Kecamatan Lubuk Dalam, Ketua KNPI Riau Ajak Plt Gubri dan Bupati Siak Bergegas Beri Bantuan

oleh -76 views

JAKARTA– Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) berjenis kelamin perempuan asal Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Provinsi Riau atas nama Susi Yanti br Sinaga (23 tahun) dikabarkan Meninggal Dunia di Kamboja pada hari Minggu (8/3/2026) akibat di Suntik Mati.

Pahlawan Devisa asal bumi Lancang Kuning itu kehilangan nyawanya di Negara orang lain, hanya karena berjuang mencari Rezeki, ditengah berbagai macam Kesulitan dan Ketidakpastian di Negeri sendiri.

Informasi tersebut langsung diperoleh Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat I, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau, Larshen Yunus.

Menurut Pimpinan INDUK Organisasi Kepemudaan (OKP) terbesar dan tertua itu, bahwa Kematian WNI bernama Susi Yanti br Sinaga tersebut karena di Suntik Mati di Kamboja. Belum sampai 1 Minggu dibawa sang kekasih bekerja ke Negara orang itu, Perempuan malang asal Kecamatan Lubuk Dalam Kabupaten Siak meninggal dengan cara-cara yang sangat mengenaskan.

Soal Kematian WNI Asal Kecamatan Lubuk Dalam, Ketua KNPI Riau Ajak Plt Gubri dan Bupati Siak Bergegas Beri Bantuan.

Nilai-Nilai Kemanusiaan dan Semangat Menolong dari pihak Pemerintah sepertinya sudah mulai Luntur: Pusat, Pemprov dan Pemkab terkesan “Pura-Pura Ngak Tahu, alias Pura-Pura Gila”.

Menurut Ketua DPD KNPI Provinsi Riau itu, Peristiwa Kematian WNI tersebut terkesan adem ayem dan kurangnya Perhatian yang sigap dari Pemerintah Daerah, baik itu dari Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Ir H SF Hariyanto MT maupun dari Bupati Siak, Dr Afni Zulkifli M.Si.

“Yang dipertaruhkan saat ini adalah Martabat Bangsa Indonesia. Kematian WNI tersebut adalah bukan sekedar berita duka bagi Keluarga Besarnya, namun juga turut serta melukai hati para Pemimpin Bangsa, mulai dari Daerah hingga Pusat. Seharusnya Plt Gubri dan Bupati Siak itu Peka!!! Jangan sebaliknya. Lakukan tindakan yang nyata. Koordinasi dengan Pemerintah Pusat. Kasus seperti ini tidak bisa dianggap Spele” tegas Larshen Yunus, dengan nada penuh kesal.

Ketua KNPI Provinsi Riau berkali-kali mengatakan, agar secepatnya Pemerintah Daerah, baik itu Pemprov maupun Pemkab lakukan komunikasi dan koordinasi yang intensif terhadap keluarga korban yang di Kamboja, segera beri bantuan, karena WNI tersebut adalah Warga Miskin yang berasal dari Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak.

“dan Kami mumpung di Jakarta saat ini, Rabu (11/6/2026) juga telah mendatangi Kedutaan Besar Kerajaan Kamboja di Jalan Pejaten Barat Raya Nomor 41, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kabarnya dari beberapa pihak, Pemerintah Daerah setempat masih bersikap “Pura-Pura Gila” alias tidak menunjukkan Keberpihakan Nyata terhadap kondisi Warga Masyarakatnya, yang jelas-jelas butuh bantuan, Wallahuallam Bissawab” ujar Larshen Yunus, seraya meneteskan airmatanya.

Hingga berita ini diterbitkan, Ketua KNPI Riau Larshen Yunus bersama para Tim juga sudah menyiapkan Berkas Administrasi, guna menyurati Kedutaan Besar Kerajaan Kamboja, untuk segera melakukan Tindakan dan gerak cepat, guna memperoleh tanggung jawab dari Pemerintah Negara setempat.

“Pak Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dan ibu Bupati Siak Afni Zulkifli, bergegaslah! Tolong Warga kalian itu! menjadi Korban di Negara orang. Ini Penghinaan besar bagi Bangsa kita. Jangan anggap Spele ya. Sudahlah Korban bersama Keluarganya Miskin Menderita di Kecamatan Lubuk Dalam, tidak dapat perhatian dari Pemerintah, lalu berjuang mencari Rezeki di Negeri orang, ternyata berbuah kematian, datang pula informasi soal tidak adanya sikap tanggap dari bapak ibu semua! Mau dibawa kemana lagi harga diri Bangsa ini?” tanya Ketua Larshen Yunus, sambil mengakhiri pernyataan persnya.

Terpisah, para awak media mencoba menghubungi Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto dan Bupati Siak, Afni Zulkifli melalui sambungan WhatsApp (WA)nya, namun sampai saat ini masih dalam keadaan memanggil alias non aktif. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.