Setelah Heboh Penolakan Warga, Walikota Medan Bantah Soal Larangan Jual Daging Babi: Ketua Umum Relawan Prabowo Gibran Tegaskan Hal ini

oleh -398 views

JAKARTA– Setelah Heboh Penolakan Warga, Walikota Medan, Rico Tri Putra Waas Bantah Soal Larangan Jual Daging Babi.

Surat Edaran (SE) yang sudah sempat terbit dan beredar dianggap hanya himbauan Penataan saja, Walikota Medan asli darah Aceh itu berkali-kali “Berkilah” menggunakan Ilmu Kilik lamanya, mencoba untuk lari dari Gejolak Permasalahan tersebut.

Gelombang Penolakan Masyarakat mulai dirasakan, Aksi Demonstrasi tak terbendung lagi, Walikota Medan didesak untuk segera menyampaikan Permintaan Maafnya kepada pihak-pihak terkait, yang sudah sempat dirugikan.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gabungan Rakyat Prabowo Gibran Tegaskan Hal ini, bahwa yang menjadi akar Permasalahan atas Gejolak tersebut berasal dari Bandar Judi dan Gembong Narkoba di Kota Medan.

Berbagai Macam Siasat, Spekulasi dan Sandiwara tingkat tinggi dihembuskan oleh Bandar Judi dan Gembong Narkoba di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) itu. Lewat beberapa Organisasi dan Kelompok Agama tertentu, mereka justru Lakukan Pengalihan Isu dengan membangun Narasi Sesat dan Menyesatkan.

Pengalihan Isu yang dimaksud terkait kembali menutupi sekaligus menimpa pemberitaan seputar Kasus Narkoba dan Judi lewat isu-isu murahan seperti itu, dengan demikian, Masyarakat-pun lengah atas berbagai aktivitas Haram Narkoba dan Perjudian, tukar guling dengan isu Larangan Penjualan Daging Babi di Kota Medan.

Siasat, Spekulasi dan Sandiwara tingkat tinggi tersebut berupa cara memecah konsentrasi dan perhatian publik soal Gencarnya pihak Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan dalam melakukan kegiatan Operasi dan Razia Narkoba, Perjudian beserta Minum-Minuman Keras.

Gembong Narkoba dan Bandar Judi Berhasil Dikte Kelompok Agama di Kota Medan Lewat Propaganda Larangan Jual Daging Babi, Relawan Prabowo Gibran Tegaskan Hal ini.

Menurut Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gabungan Rakyat Prabowo Gibran (GARAPAN) itu, bahwa Organisasi maupun Kelompok Agama tertentu di Kota Medan sengaja “di Dikte” sekaligus “di Perbudak” agar dapat memecah konsentrasi dan perhatian publik soal Gencarnya Polrestabes Medan terhadap Razia Penyakit Masyarakat (Pekat) seperti yang dimaksud.

Dampaknya adalah justru Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Calvijn Simanjuntak terkesan “diadu” dengan Walikota Medan, Rico Waas. Hal-hal yang termasuk Skala Prioritas tertutupi dengan isu adanya Larangan Jualan Daging Babi, sampai akhirnya Surat Edaran (SE) Walikota Medan soal Pelarangan tersebut terbit.

“Kami sangat prihatin melihat situasi di Kota Medan. Kondusifitas antar sesama Anak Bangsa disana selalu terganggu, mudah diadu dan terpecah belah. Kelompok Kadrun dijadikan tameng! para Kelompok Sumbu Pendek itu dimanfaatkan Gembong Narkoba dan Bandar Judi Lewat Aksi Propaganda, sehingga pembahasan berubah, yang awalnya fokus berperang melawan Narkoba dan Aktivitas Perjudian, kini di Kota Medan yang dibahas hanya soal Babi dan Babi, sungguh menyedihkan!” ujar Larshen Yunus.

Ketua Umum Relawan Prabowo Gibran itu mengajak semua pihak untuk benar-benar mengedepankan Akal Sehat. Jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu murahan. Hormati Kultur dan Kearifan Lokal disuatu Daerah. Fokusnya cukup memperbaiki dan penataan, jangan justru semena-mena ingin menutup jalan rezeki masyarakat yang sudah turun temurun menjadi Pedagang Daging Babi di Daerah tersebut.

“Kota Medan itu adalah Daerah yang sangat kaya raya akan segala macam Perbedaan! semua suku dan agama sudah berbaur, Hakikat Bhinneka Tunggal Ika sangat terasa. Kota yang penuh dengan sejarah. Semua Etnis bersatu dengan istilah Anak Medan, tetapi kenapa rapuh dan mudah terprovokasi dengan isu-isu murahan seperti itu? Harusnya semua masyarakat berperang melawan Narkoba dan Perjudian! karena hal itu Jauh Lebih Haram ketimbang mengurusi para Pedagang Daging Babi yang hanya sekedar mencari Rezeki untuk Makan, bukan untuk Kaya!” ungkap Larshen Yunus, yang juga dikenal sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat I, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau.

Hingga berita ini diterbitkan, Selasa (24/2/2026) Ketua DPD KNPI Provinsi Riau itu bersama-sama para Relawan Garis Keras Prabowo Gibran kembali menyerukan! agar Masyarakat Kota Medan kembali menyatukan diri, Merawat Silaturrahim, memperbaiki yang sudah sempat terpecah. Jangan mau diadu domba. Narkoba dan Perjudian sangat berbahaya, Haram sekali! sementara kalau Daging Babi, mau tak mau, suka tak suka jauh Lebih Harum, Wangi dan menyehatkan tubuh.

“Ayo bapak ibu Masyarakat Kota Medan, wabbilkhusus bagi para Organisasi dan Kelompok Agama tertentu, jangan kalian Bodohi Walikota Rico Waas itu. Sudahilah Kebodohan itu kawan! mari bersama-sama berjuang di Garis Presisi bapak Kapolrestabes Medan. Musuh kita hanya Narkoba dan Perjudian. Ayo kita Lawan dan Musnahkan keberadaan para Gembong, Bandar dan Sindikat lainnya. Cappital Building adalah contohnya!!! Keberadaan Gedung tinggi itu wajib dijadikan Atensi bersama, karena disinyalir menjadi sarangnya para Kelompok Mafia seperti itu. Save Daging Babi! Lindungi para Pedagang itu, mereka hanya mencari Rezeki, Nafkah yang tak seberapa, bukan mencari Kaya dan pastikan bahwa musuh kita bersama adalah Narkoba dan Aktivitas Perjudian” tegas Larshen Yunus, dengan nada penuh optimis.

Terakhir, Ketua KNPI Provinsi Riau sekaligus Ketua Umum Relawan Prabowo Gibran itu kembali menegaskan, agar Rico Waas segera Mencabut Surat Edaran (SE) Walikota Medan soal Larangan Jualan Daging Babi. Jangan diputus jalan rezeki para Pedagang itu. Sebaiknya Walikota Rico Waas fokus mendukung Program Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Calvijn Simanjuntak dalam memberantas Penyakit Masyarakat, terutama soal Narkoba, Judi dan Minum-Minuman Keras ber-Alkohol. (*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.