JAKARTA– Pimpinan INDUK Organisasi Kepemudaan (OKP) terbesar dan tertua di Republik ini kembali menyampaikan Protes Keras terhadap sikap Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang dilakukan secara terbuka oleh Kepala Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas, Djoko Siswanto.
Pola-pola lama seperti itu kembali dilakukan, ditengah berbagai macam Permasalahan yang dilakukan dan ditinggalkan Direktur Utama (Dirut) PT Bumi Siak Pusako (BSP) terdahulu dan kini tanpa rasa malu secara terbuka menyampaikan Keberpihakan kepada salah satu calon.
Ketua KNPI Riau Sentil Kepala SKK Migas, Perkenalkan Calon Dirut BSP di Tengah Berbagai Macam Jejak Permasalahan! Larshen Yunus: “Wallahuallam Bissawab”
Menurut Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat I, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau, sikap yang ditunjukkan Kepala SKK Migas dihadapan forum resmi pada saat Peresmian Proyek Chemical Enhanced Oil Recovery (EOR) di Lapangan Minas, dekat Kompleks Kantor PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) beberapa waktu silam adalah sesuatu yang tidak pantas.
Pola-pola seperti itu dianggap sangat tidak wajar untuk dilakukan. Pengenalan salah satu calon Dirut PT BSP dihadapan forum resmi adalah cara-cara Kotor, tanpa memikirkan dampak negatifnya, sekalipun itu calon yang disampaikan turut dihiasi oleh kata-kata mutiara, jejak rekam dan pendidikan yang katanya mumpuni.
“Bagi kami, Peresmian Proyek Chemical Enhanced Oil Recovery atau EOR itu adalah bahagian dari Langkah Strategis para otoritas terkait, baik itu SKK Migas maupun terhadap Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Kegiatan tersebut dilakukan dalam upaya Meningkatkan Produksi Minyak Nasional, sekalipun hari-hari ini mengalami tren penurunan yang cukup signifikan. Blok Rokan sedang dalam persoalan yang sangat pelik, oleh karena itu kami juga tegaskan, bahwa Pengenalan Calon Dirut PT BSP seperti yang dilakukan Kepala SKK Migas itu sangatlah tidak tepat bahkan diluar kepantasan” tegas Larshen Yunus.
Ketua DPD KNPI Provinsi Riau itu berkali-kali menyesalkan, bahwa atas dasar orang dekat, Calon Dirut PT BSP yang katanya Asisten Tenaga Ahli Menteri ESDM itu dipaksakan untuk terpilih dan diduga kuat pihak-pihak yang terlibat dalam Skema KKN seperti itu adalah Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Yulisman S.Si MM.
“Tugas Pokok dan Fungsi seorang Kepala SKK Migas bukan Jualan seperti itu. Lembaga tersebut dibentuk dalam rangka melakukan Pengawasan, bukan cawe-cawe murahan didunia Industri Migas. Kau camkan ya! ini bukan Politik Praktisi, ini dunia Profesional yang sangat membutuhkan Ilmu, Wawasan, Pengalaman, integritas dan Profesionalitas. Peningkatan Lifting Minyak Nasional masih bermasalah, dari dulu belum terselesaikan. PT BSP sampai saat ini masih meninggalkan jejak rekam yang sangat kelam, salah satunya Mangkraknya Proyek Pembangunan Gedung di Jalan Jenderal Sudirman Kota Pekanbaru” ujar Larshen Yunus, seraya meneteskan air matanya.
Ketua KNPI Provinsi Riau itu mengajak semua pihak untuk selalu bersikap Jujur dalam segala hal, jangan selalu Bersandiwara apalagi Berspekulasi yang macam-macam. Terhadap Proses Seleksi Calon Dirut PT BSP itu, biarkan saja berjalan sebagaimana mestinya, jangan lagi berpihak sana dan sini, Panitianya sudah ada, mari kita percayakan saja, Intervensi itu sangat tidak baik, Junjung tinggi sikap Profesional dan Integritas, guna menyongsong Kepemimpinan yang lebih baik lagi.
“Kita semua mestinya sudah dapat Mengejahwantahkan Asta Cita dari bapak Presiden-Wakil Presiden RI, bahwa dalam rangka mewujudkan Ketahanan dan Kedaulatan Energi Nasional harus dilakukan dengan cara-cara yang Profesional. Komisi terkait di DPR RI kami desak untuk segera memanggil Kepala SKK Migas, mempertanyakan sikap cawe-cawe dan jualan seperti itu. Bila perlu Rekomendasikan untuk segera di Copot. Terhadap Calon Dirut PT BSP yang sudah terlanjur diperkenalkan atas nama Satria Antoni Ph.D dan atau Dr Satria Antoni, sebaiknya untuk di Evaluasi kembali. Tim Panitia Seleksi atau Pansel harus bijak, segera anulir nama tersebut” ungkap Ketua KNPI Riau Larshen Yunus, dengan nada penuh ketegasan.
Terakhir dipenghujung tahun, hari ini Rabu (31/12/2025) Ketua KNPI Provinsi Riau itu kembali mengatakan, bahwa pihaknya segera mempersiapkan Berkas dan Laporan Resmi ke Meja Presiden Republik Indonesia. Selain itu, Laporan juga disampaikan ke Ruang Badan Kehormatan (BK) DPR RI dan Mahkamah Partai Golkar, soal keterlibatan salah satu Anggota Dewan atas nama Yulisman S.Si MM. Menurut Larshen Yunus, permasalahan didunia Migas bukan hanya soal Produksi atau Lifting dan Penggunaan Dana Participating Interest (PI) saja, tetapi juga menyangkut dengan Integritas dan Kualitas Pemimpinnya, dalam hal ini para pihak yang berkaitan, termasuk Dirut PT BSP yang akan datang. Kolaborasi yang Jujur dan Profesional sangat dibutuhkan menuju Pencapaian Produksi Target Nasional, yakni 1 Juta Barel per hari. (*)







