Polisi di Desak Tangkap Pelaku Pengeroyokan di Jalan SM Amin Pekanbaru, Ketua KNPI Riau Tegaskan Hal ini

oleh -507 views

PEKANBARU– Seorang Warga Kota Pekanbaru bernama Ganda Tua Simamora (43 tahun) menjadi Korban Pengeroyokan dan atau Penganiayaan dikawasan Sekolah Heaven Kids Jalan Nuansa, masuk dari Jalan SM Amin, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Binawidya (Tampan), Kota Pekanbaru.

Informasinya, Korban di Keroyok dan di Aniaya dengan cara dipukul dengan Stick Golf yang terbuat dari besi. Stick Golf tersebut diambil dari Bagasi Mobil Agya warna hitam.

Korban yang merupakan seorang Duda mengalami Pendarahan, Kepalanya bocor dan meng mueluarkan banyak darah di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dari penjelasan si Korban, Ganda Simamora hanya mengingat ada seorang laki-laki tidak dikenal (OTK) dengan menggunakan baju LSM memukul kepalanya dan mengancam akan menembaknya, Pakai senjata api serta sempat mengeluarkan kata-kata, bahwa semua Polda, Polres dan Polsek adalah temannya.

Sambungnya lagi, bahwa Korban juga melihat kehadiran mantan istrinya dan anaknya paling besar, Geri Dino Simamora sekaligus seorang Perempuan yang berpakaian Jilbab (Hijab) Panjang warna hitam gelap dan sempat menunjuk-nunjuk ke arah si Korban.

Menurut penjelasan si Korban pada saat diwawancari di Rumah Sakit (RS) Prima Pekanbaru, Kamis (24/07/2025) bahwa pada saat itu kondisi Kepalanya sangat Pening dan Lemas sekali. Korban dalam pengakuannya sudah tidak ingat lagi kejadian tersebut dan siapa identitas yang menolongnya.

Terpisah, dimintai Komentarnya, Pimpinan INDUK Organisasi Kepemudaan (OKP) terbesar dan tertua di Republik ini hanya katakan, agar Kepolisian setempat segera bertindak. Jangan sampai kehilangan Jejak dari para Gerombolan Preman tukang Keroyok seperti itu.

“Saya ulangi lagi, bahwa Tempat Kejadian Perkara berada di Jalan Lintas Air Hitam dan atau Jalan SM Amin, menuju ke Jalan Nuansa, Kota Pekanbaru, sekira pukul 11.20 WIB, pada hari Kamis (24/7/2025). Peristiwa ini kami duga sudah di Rencanakan. Korban sudah ditarget untuk di Bunuh oleh suruhan mantan istrinya sendiri. Polisi harus segera bertindak!” tegas Larshen Yunus.

Ketua DPD KNPI Provinsi Riau ini juga memastikan, bahwa niatan pelaku bukan hanya sekedar ingin Membunuh ataupun ingin Menganiaya, tetapi juga berencana untuk melakukan Penculikan terhadap Anak Korban yang sedang bersekolah di Heaven Kids tersebut.

“Otak pelaku semuanya ini tak lain adalah mantan istri saya, Desy Surya Nengsih Sormin, beliau hadir dalam Mobil yang datang dari Kota Batam. Saya ingin dia dan laki-laki itu di Tangkap Polisi secepatnya” ujar Larshen Yunus, mengulangi kalimat dari Korban atas nama Ganda Simamora.

Ditempat terpisah, dihubungi via selulernya Kepala Sekolah (Kepsek) TK Heaven Kids, Farida di Jalan Nuansa tersebut mengatakan bahwa, sesama mantan teman atau mengaku bahwa dirinya adalah Kepala Sekolah anak si Korban, bernama Samuel Galio Simamora.

Dikatakannya lagi, bahwa sewaktu-waktu diruangan Sekolah pasti ber-AC full, bahwa Proses Belajar Mengajar sempat terhenti oleh karena kehadiran dari seorang Perempuan Pakai Topi, namun mengaku dirinya adalah orang tua Samuel dan ingin membawanya pulang.

Selain bersama OTK berbaju LSM itu, Perempuan tersebut didampingi seorang Perempuan dan Juga Pakai Jilbab hitam bersama laki-laki pakai baju LSM dan anak kecil.

Lantas secara spontan, Kepala Sekolah tersebut langsung menghubungi si Korban, Ganda Simamora. Melihat dan Mendengar gerak-gerik Kepala Sekolah menghubungi si Korban, Perempuan yang mengaku orang tua dari si Murid tersebut Langsung Kabur terbirit-birit bersama Rombongannya.

Tidak beberapa lama, si Korban (Ganda Simamora) datang ke Sekolah dan menanyakan keberadaan yang mengaku orang tua tersebut, dan Kepala Sekolah menyebutkan baru saja pergi dari Sekolah kepada si Korban.

Dari Pantauan Kamera CCTV, Gerombolan Preman Tukang Kroyok itu Mengendarai satu unit Mobil Pribadi merk Agya warna hitam.

“Setelah itu, si Korban bergegas langsung pergi dari Kawasan Sekolah dengan Mengendarai Mobilnya. Kemungkinan besar tidak jauh dari Sekolah tersebut bertemu dengan Gerombolan yang dimaksud dan terjadi Kontak Fisik” ujar Larshen Yunus, Ketua Dewan Pengurus Daerah, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau.

Seraya meneteskan air matanya, Ketua Larshen Yunus menjelaskan, bahwa hanya berselang beberapa Jam, pada saat itu Warga setempat datang menjumpai si Korban dan oleh karena terjadi Keributan di TKP serta adanya Baku Hantam (Pengeroyokan) sekaligus Penganiayaan terhadap si Korban, Warga langsung memberi bantuan dengan membawa si Korban ke Rumah Sakit.

“Kalau menurut Penjelasan dari si Korban, bahwa dirinya sempat tidak sadarkan diri. Warga disana bilang banyak ceceran darah di Lokasi tersebut. Baju Warga juga ikut berlumuran Darah, sampai akhirnya Korban dibawa ke Rumah Sakit Prima Pekanbaru” ungkap Ketua KNPI Riau Larshen Yunus.

Hingga berita ini diterbitkan, Kamis (24/7/2025) Warga setempat, Awak Media dan Ketua KNPI Provinsi Riau mengajak Aparat Kepolisian untuk segera Mengungkap Kasus Permasalahan tersebut. Jangan sampai terulang kembali. Kota Pekanbaru harus bebas dari semua Praktek Haram Kekerasan seperti itu. Aparat Penegak Hukum setempat diminta untuk selalu bekerja PRESISI, Prediktif, Responsibility, Transparan dan Berkeadilan. (*)

PENULIS: Efriadi Situmorang, SE., MM.

EDITOR: Sariaman Purba, C.SH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.