Rokan Hulu,(Media Geser) – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos, MM, didampingi Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara Kemenko Polkam Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono, SE,M.Hum dan Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan, S.IP, M.Si, meninjau langsung lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Rokan Hulu.
Kedatangan Kepala BNPB beserta rombongan menggunakan helikopter disambut oleh Bupati Rokan Hulu Anton, ST, MM, Kapolres AKBP Emil Eka Putra, SIK, SH, MH, Dandim 0313/KPR Letkol Inf Setiawan Hadi Nugroho, SH, MIP, Sekretaris Daerah Muhammad Zaki, S.STP, M.Si, Kalaksa BPBD Rohul, Kadis Perhubungan Minarli, serta Kepala Satpol PP dan Damkar Gorneng di Halaman Kantor Bupati Rokan Hulu, Kamis (24/06/2025).
Dari Kantor Bupati, Kepala BNPB beserta rombongan melanjutkan peninjauan ke lokasi Karhutla yang berada di Cipogas, Desa Sialang Jaya, Kecamatan Rambah.
Di lokasi, Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan bahwa setelah rapat koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan Forkompinda, disimpulkan bahwa pemadaman api melalui satgas darat akan sulit dilakukan karena akses dan medan yang sulit dijangkau, terutama dengan membawa peralatan pemadam dan tanpa sumber air yang memadai.
“Bisa kita lihat di belakang sana, api yang menjadi sumber asap ini bukan akibat aktivitas manusia karena letaknya susah dijangkau. Kalau dipadamkan pakai satgas darat sulit karena tidak ada sumber air dan sulit membawa peralatan pemadam ke atas,” ujarnya.
Suharyanto menekankan bahwa upaya yang paling efektif saat ini adalah dengan melakukan penyiraman dari udara melalui hujan buatan. BNPB memiliki teknologi modifikasi cuaca untuk mendatangkan hujan, dan dalam beberapa hari ke depan, ia akan memerintahkan posko di Riau untuk mendatangkan hujan di Rokan Hulu.
“Kondisi saat ini hanya bisa lebih efektif dilakukan pemadaman dari udara, lewat langit melalui hujan. Beberapa hari terakhir di Riau sudah turun hujan, namun mungkin belum terpusat di Rokan Hulu. Saya sudah memerintahkan posko kita untuk menurunkan hujan di Rokan Hulu melalui teknologi terbaru modifikasi cuaca, karena berdasarkan informasi dari Bupati dan masyarakat, lebih kurang selama 2 bulan terakhir hujan belum turun,” ungkapnya.
Selain modifikasi cuaca, cara kedua yang bisa dilakukan adalah melakukan pemadaman di titik api menggunakan water bombing dengan helikopter. Saat ini, baru satu helikopter yang beroperasi dan dianggap kurang efektif. BNPB telah mendatangkan 5 hingga 6 helikopter water bombing di Riau dan diharapkan dalam beberapa hari ke depan sudah bisa dioperasikan di Rokan Hulu.
“Cara kedua memadamkan api dengan water bombing, namun baru satu yang beroperasi, itu kurang. Jadi siang ini dipastikan ada dua, paling tidak kami mendatangkan 5 sampai 6 di Riau, mudah-mudahan dalam waktu 1-2 hari sudah lengkap,” jelasnya.
Kepala BNPB juga menerangkan bahwa kondisi kabut asap di Riau sudah lebih baik dan tidak sepekat seperti beberapa hari yang lalu. Hal ini menunjukkan adanya hasil dari upaya seluruh kementerian, lembaga pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, mulai dari pencegahan, pemadaman, hingga penegakan hukum.
“Yang perlu saya sampaikan, Alhamdulillah, kalau tadi lihat dari perjalanan dari Pekanbaru dulu dengan perjalanan saya dua hari yang lalu berbeda jauh. Memang masih banyak asap, tapi tidak sepekat dua hari yang lalu. Artinya, upaya seluruh kementerian, lembaga pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, dari mulai pencegahan, pemadaman, penegakan hukum sudah ada hasilnya, walaupun belum tuntas, masih harus terus dipelihara dan ditingkatkan,” pungkasnya.
(Kominfo Rohul/Advertorial/Rida Mayoni)





