Gubernur Abdul Wahid Bilang Defisit Rp.3,5 T dan Tuding Wagubri SF Hariyanto Penyebabnya, Ketua KNPI Riau Tegaskan Istilah Pemimpin Mental Badut

oleh -633 views

PEKANBARU– Pasca Kepulangannya dari Jakarta ke Pekanbaru, dalam rangka mengikuti serangkaian kegiatan Panitia Kerja (Panja) Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) untuk para Penyuluh institusi Komisi Pemberantasan Korupsi, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat I, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau lagi-lagi kembali “Menyentil Telinga” Gubernur Riau, Abdul Wahid S.Pd.i M.Si.

Hal itu dilakukan, karena terlalu seringnya Pimpinan dari INDUK Organisasi Kepemudaan Kemasyarakatan (OKP) terbesar dan tertua itu Mendengar bahasa Kebohongan yang keluar dari “Bibir Tebal” sangat Gubernur Riau.

Salah satunya Soal Angka Defisit dari Keuangan Pemerintah (Pemprov) Riau.

Tanpa rasa malu disertai dengan muka temboknya, dalam setiap kesempatan Gubernur Riau Abdul Wahid kerap membuka borok rumah tangganya sendiri, seakan-akan Permasalahan itu muncul bukan karena dirinya, melainkan ibarat pepatah Gubernur Bibir Tebal itu seperti Lempar Batu Sembunyi Tangan.

Gubernur Abdul Wahid Bilang Defisit Rp.3,5 T dan Tuding Wagubri SF Hariyanto Penyebabnya, Ketua DPD KNPI Provinsi Riau Tegaskan Istilah Pemimpin Mental Badut.

Bertempat disalah satu bilangan, dijalan Soekarno Hatta Pekanbaru, hari ini Senin (9/6/2025) Ketua KNPI Provinsi Riau itu katakan lagi, bahwa Abdul Wahid adalah sosok Pemimpin bermental Badut, bahkan cenderung juga cocok dengan istilah Lupa Kacang dengan Kulitnya.

“Selain dilihat dari faktor usia, Abdul Wahid adalah ‘Anaknya’ bapak SF Hariyanto. Begitu juga bila ditelisik dari sisi Pengalaman. Abdul Wahid bukan apa-apa! Pengalamannya tidak seberapa. Sementara kalau pak SF Hariyanto sudah terkenal dengan istilah Birokrat Senior dengan puncak terakhirnya sebagai Sekdaprov plus bonus sebagai Penjabat Gubernur Riau. Termasuk juga dari aspek Keuangan, Abdul Wahid tidak apa-apanya. Tapi kok bisa seperti ini ya? baru saja dilantik, Sifat Asli seorang Abdul Wahid sudah ditunjukkannya” ujar Larshen Yunus dengan nada sesal.

Ketua KNPI Provinsi Riau itu ingatkan lagi, bahwa pemicu terjadinya pecah kongsi berasal dari Abdul Wahid sendiri, yang menyebabkan Tugas Pokok dan Fungsi serta Peran seorang Wakil Gubernur turut dibatasi. Langkah kaki SF Hariyanto seakan diikat tali, hingga akhirnya Abdul Wahid Leluasa bersikap seperti Pemimpin tanpa Muka.

“Coba kita fahami lagi, semua daerah dan juga pusat keuangnya sedang Defisit, lalu kenapa mesti diributkan? kenapa harus dibesar-besarkan seperti itu? sehingga Tali Silaturrahim dipaksa untuk terputus. Abdul Wahid merasa Leluasa dengan Jabatannya saat ini. Sementara Peran Wakilnya sama sekali tidak diberikan. Bukankah ini tindakan yang sangat Zholim?” tanya Ketua KNPI Riau Larshen Yunus, seraya meneteskan air matanya.

Aktivis Anti Korupsi Lulusan Kampus Universitas Riau (UNRI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu jelaskan lagi, bahwa hanya karena Uang dari PT PHR dan Pusat tidak masuk ke Kas Daerah, Lantas Abdul Wahid dan para Pembisiknya selalu menyalahkan bapak SF Hariyanto, seakan-akan kondisi tersebut dia yang melakukan.

“Anggaran itukan disusun mengacu pada Realisasi tahun 2023. Karena yang menetapkan Anggaran tahun 2024 adalah dimasa Kepemimpinan Gubernur Syamsuar dan untuk tahun 2025, yang menetapkan Anggaran dimasa PJ Gubernur Riau Rahman Hadi, Lalu kenapa bola panas selalu dialamatkan kepada bapak SF Hariyanto?” pungkas Ketua Larshen Yunus, dengan nada tanda tanya.

Hingga berita ini diterbitkan, Ketua DPD KNPI Provinsi Riau itu berkali-kali tegaskan, agar Masyarakat Jangan mau terpengaruh dengan isu murahan, apalagi kalau yang menyampaikan itu adalah Abdul Wahid, Pemimpin yang suka Berbohong, sosok yang Lupa Kacang dengan Kulitnya.

“Coba kita perhatikan Argumentasi dan berbagai Spekulasi yang selalu dihembuskan Abdul Wahid. Katanya Pesta sudah Usai dan dia merasa disuruh cuci piring bahkan Abdul Wahid selalu katakan tentang Warisan Utang Rp.176 Triliun diawal Kepemimpinannya. Maksudnya apa? terlalu norak dan murahan sekali. Kalau memang dari awal dia tahu kondisi itu, kenapa dia mau dipasangkan sama pak SF Hariyanto? bahkan justru Faktanya Kontestasi Pilgubri tahun lalu Peran pak SF Hariyanto sangat sentral, selaku PJ Gubernur Riau, bukan hanya sisi Finansialnya saja yang banyak keluar, tetapi ada banyak Faktor yang turut mendukung Kemenangan mereka pada ajang Pilgubri tahun lalu” akhir Ketua KNPI Riau Larshen Yunus, sambil menutup pernyataan persnya.

Hingga berita ini diterbitkan, panggilan seluler dari media ini terhadap nomor HP/WA Abdul Wahid tak juga diangkat, sebagai upaya dalam melakukan Konfirmasi dan Keberimbangan dalam suatu Pemberitaan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.