Kondisi Masyarakat di Bonai Darussalam Menyedihkan, 3 Bulan Tidak Punya Akses Jalan, Pemerintah Rohul Beri Solusi

oleh -170 views

Bonai Darussalam,(Media Geser) – Ratusan Warga Gambangan Desa Kasang Padang dan GS Desa Bonai Kecamatan Bonai Darussalam Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) sudah 3 bulan lamanya mengeluh terkait akses jalan penyebrangan Sungai Jurong keluar dari sebrang Very Perusahan Pertamina dan Perusahaan PT Andika .

Hal tersebut dikeluhkan Ratusan warga yang didampingi langsungĀ  Komandan Inti (Dankoti) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Rokan Hulu, Hermanto Situmorang, Senin (13/10/2023) di Gambangan Desa Kasang Padang.

“Tiga bulan lamanya pihak perusahaan tersebut tidak memberikan izin Warga menumpang melalui penyebrangan,” tuturnya

Kadus 2 gambangan Desa Kasang Padang yang mewakili warga , Kotlin Nainggolan mengharapkan kepada Pemerintah Rokan Hulu dapat mendengar keluhan warga yang sangat memperihatinkan selama tiga bulanĀ  tidak memiliki akses jalan melalui kapal Very Perusahan Pertamina dan PT Andika untuk menyebrang.

Akibat akses jalan ini , lanjutnya sangat berdampak karena hasil tani warga membusuk dan sebagian pun terjual tidak punya nilai harga lagi, logistik keluar masuk seperti Sawit, Sayur Tanaman.

“Sekitar Tiga Bulan, alasan seling putus setelah diperbaiki alasan landasan atau Dermaga Bolong dan bocor tidak layak transport,” sebut Nainggolan.“Ada oknum oknum perusahaan yang menghalangi dibuktikan sesuai rekaman,” ungkapnya.

Dampaknya, lanjutnya Harga Sembako naik, sedangkan harga Sawit anjlok dan paling ngerinya lagi membusuk tidak berguna untuk dijual

“Padahal sudah menyampaikan keluhan kepada Camat, Kapolsek, Pemerintah Desa, tapi sama sekali belum ada respon dan Anggota DPRD tapi hanya memberikan harapan,” ucapnya.

“Naik Pompong dengan membayar, penyebrangan Warga Rp 50 Ribu dan Sawit 1 Mobil Rp 500 Ribu,” sebutnya

“Begitu juga Kapal Veri yang dimiliki perusahaan PT Andika dan tidak diizinkan menumpang warga padahal sebelum warga bisa menumpang tapi saat ini dilarang tidak tau apa alasannya,” kesalnya.“Kamis (9/10/2023) baru-baru ini, melakukan aksi unjuk rasa di Sungai Very, Ratusan Warga bersama Emak-emak menyampaikan kepada Perusahaan Pertamina Jurong, tetapi tidak direspon sama sekali,” tuturnya lagi.

Di samping Warga Bonai, Dusun 1 Jurong, Miharwan Adetya Utama menyampaikan keluhan Warga juga tentang mengenai kekejaman pihak perusahaan.

“Pernah kami melakukan mediasi dengan Kepala Desa Bonai, tapi tidak ada respon juga,” katanya.

(Ef)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.