Proyek Kontruksi Turap Desa Redang Terbengkalai

oleh -206 views

INHU,(Media Geser) – Proyek pembangunan turap, penahan tebing Sungai Indragiri di Desa Danau Baru, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Inhu, Riau disinyalir bakal gagal dan terbengkalai.

Proyek senilai Rp3,8 miliar yang berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI di Tahun Anggaran 2022 bakal mubazir.

Yang mana, pihak pelaksana CV Maju Jaya dituding sejumlah pihak belum berpengalaman dan atau ada dugaan main mata dengan pihak terkait di proyek tersebut.

Proyek dengan masa kerja 210 hari kalender hingga adendum (penambahan) waktu, tetap tidak selesai dikerjakan.

Kini, proyek turap semakin mubazir dengan bahan material mahal dibiarkan begitu saja, seperti pancang beton dan cor lantai atas yang baru selesai dikerjakan mencapai 12 meter dan 10 meter lantai atas sudah terpasang besi wireless namun belum dicor.

Jika bulan Januari lalu masih ada terlihat dua unit alat berat, yakni Crane PH bobot 3,5 ton dan Excavator PC 200 serta pekerja berjumlah 5 orang.

Dari 5 orang pekerja dilapangan, 2 orang diantaranya sebagai operator alat berat dan 3 orang lainnya pekerja biasa.

Sedangkan pejabat dinas terkait dan CV Bes Consultant selaku konsultan supervisi tidak terlihat berada berada ditempat waktu itu.

Pekerjaannya satu persatu tiang pancang beton Sifer ditancapkan Crane PH ke dasar tebing sungai dengan kedalaman 3 – 4 meter. Sedangkan panjang 1 pcs tiang pancang beton Sifer hanya 7 meter.
Seorang pekerja proyek yang ditugaskan menjaga alat berat bernama Anhar (69) warga Desa Danau Baru mengatakan, pemasangan tiang pancang beton dan cor lantai atas yang dikerjakan baru selesai dikerjakan sekitar 12 meter.

“Panjang keseluruhan proyek ini 100 meter. Tiang pancang beton yang belum terpasang hanya beberapa meter lagi, paling lama 2 hari siap. Setelah itu baru tinggal cor lantai atas, waktu masih ada 12 hari lagi,” kata Anhar menjelaskan.

“Mudah-mudahan waktu yang tersisa jangan turun hujan, sehingga kerja bisa dikebut mengejar ketertinggalan merampungkan fisik yang belum rampung sebelum waktu habis,” sambungnya.

Dikatakannya lagi, pihak pelaksana kena denda akibat masa hari kalender kerja habis makanya adendum waktu.

Anhar mengakui jika kedalaman tiang pancang berkisar 3 – 4 meter dan sudah mentok.

Sementara itu, Jon Barus saat ditemui dilokasi proyek mengatakan hal yang sama tentang pelaksana kena denda dan adendum waktu.

Jon menuturkan, pekerjaan pemasangan tiang pancang beton Sifer tinggal beberapa meter lagi, nanti setelah siap itu baru mengerjakan pengecoran lantai atas.

“Kerja difokuskan memasang tiang pancang beton, paling 2 hari lagi siap. Setelah itu pengecoran lantai atas. Kan masih ada sisa waktu adendum. Saya tidak tahu berapa hari adendum waktu yang diberikan. Saya kan hanya pekerja biasa, “ucapnya.

Jon mengakui kedalaman tiang pancang beton Sifer yang tertancap ke dasar tebing sungai Indragiri berkisar 3 – 4 meter dan panjang 1 pcs tiang pancang beton Sifer itu hanya 7 meter serta alat berat Crane PH yang digunakan berbobot tekanan 3,5 ton.

Hingga berita ini dimuat, Direktur CV Maju Jaya Riski Abs masih belum bisa dihubungi untuk dimintai keterangannya. (yuz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.