Bupati Inhu Hadiri Rakornas P2DD di Jakarta

oleh -16 views

INHU,(Media Geser) – Bupati Inhu Rezita Meylani Yopi menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) di Hotel Le Meridien, Jakarta Selasa (6/12).

Dalam Rakornas itu turut dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri Kominfo Johny G Plate, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan dihadiri Gubernur, Bupati/Walikota se-Indonesia.

Dalam sambutannya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan P2DD didaerah masing-masing.

Airlangga berarap dengan dilaksanakannya P2DD ini nantinya akan mampu menekan inflasi dan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Yang mana, digitalisasi merupakan target Indonesia yang dihasilkan dalam KTT G20, di Bali beberapa waktu lalu.

Usai mengikuti Rakornas, masih ditempat yang sama, Bupati Inhu Rezita Meylani Yopi menyampaikan, bahwa Pemkab Inhu mendukung arahan dari pemerintah pusat dalam upaya peningkatan digitalisasi daerah.

Yang mana, kata Rezita, saat ini Pemkab Inhu telah melaksanakan pembayaran transaksi secara digital lewat QRIS.
Hal itu sebagai upaya mengoptimalkan penerimaan daerah sebagai bentuk digitalisasi keuangan daerah.

Selain itu, lanjut Rezita, saat ini sebanyak 178 desa di Kabupaten Inhu, Riau telah mulai memanfaatkan Transaksi Non Tunai Bersama Bank Riau Kepri Syariah dengan menerapkan Aplikasi Cash Managemt System (CMS).

“Melalui aplikasi CMS ini, bendahara tidak perlu lagi antri ke bank untuk ambil uang tunai. Pembayaran kepada yang berhak juga dapat dilakukan dengan pemindahbukuan melalui gawai, seperti telpon pintar dan tablet yang sudah tersedia fasilitas CMS,” terangnya.

Demikian juga untuk pembayaran penghasilan tetap dan pembayaran kepada penyedia barang dan jasa, akan lebih mudah dilakukan secara non tunai.

Langkah itu sebagai upaya untuk menghindari risiko kehilangan akibat kelalaian atau pencurian. Apabila menyimpan uang tunai di brankas atau pada saat mengambil tunai dari bank.

Selain itu, implementasi transaksi non tunai dengan penggunaan cms banking juga dapat mengurangi peluang terjadinya moral hazard lebih besar serta mengurangi kontak secara langsung antara pihak yang berkaitan dengan desa. (yuz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.