Selain Menganiaya Sekretaris KNPI Riau, Defrianto alias Epi Taher Terbukti Lakukan Pembohongan Publik

oleh -777 views

PEKANBARU,(Media Geser) — Setelah mengakui perbuatannya sebagai koordinator Gerombolan Preman yang Menganiaya, Menyiksa dan Mengeroyok Sekretaris DPD KNPI Provinsi Riau, kini Defrianto alias Epi Taher ketahuan Hembuskan Informasi Hoax.

Pembohongan Publik itu diketahui dari Pemberitaan di salah satu media online, yang terkesan penuh dengan akal bulus!!! seakan Terlapor ingin membalikkan fakta dan memecahbelah konsentrasi, bahwa kritikan tersebut mesti dijadikan atensi, bukan justru di-Politisasi.

“Coba anda bayangkan! Setelah saya Kritik masalah Penanganan Banjir dan Perbaikan Infrastruktur, barulah dia itu (PJ Wako) sok-sok an di-Syuting ditengah suasana banjir. Gayanya luar biasa, beribu macam alibi dibilangnya dan yang paling aneh lagi, katanya dia siap di-Kritik, nyatanya dia itu Mental Tempe, Perajuk!!! Anti di-Kritik” kesal Miftahul Syamsir.

Sekretaris KNPI Provinsi Riau itu juga katakan, bahwa apa yang telah dilakukannya merupakan tugas Masyarakat Sipil untuk mengawasi Pemerintah, selaku Penguasa atas Anggaran (APBD). Baginya, kalau tak siap di-Kritik, ya berhenti saja jadi Pejabat! Jangan lagi bersandiwara atas nama Kepentingan Rakyat.“Sudahlah Pak Muflihun alias UUN, kalau tak sanggup jalankan tugas sebagai PJ Walikota, berhenti saja. Toh andakan statusnya sebagai ASN, bisa lebih nyaman kerja tanpa Jabatan alias Non Job, ketimbang gagah-gagahan jadi Kepala Daerah” ujar UUL, sapaan akrab Bos Besar Media Online Riau Wicara tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, Ahad (9/10/2022) UUL tegaskan untuk tidak ada lagi Sandiwara maupun Spekulasi terhadap Peristiwa Penganiayaan yang telah Merugikan dirinya. Bahwa terhadap Kritikan itu, murni dia lakukan sebagai Sekretaris KNPI Provinsi Riau. Induk Organisasi Kepemudaan yang konsisten menjadi Mata, Hati, Telinga dan Mulut Rakyat.

“Jangan anda bawa-bawa nama Ketua Larshen Yunus! beliau itu sudah terbukti Petarung! dari dulu Ketua KNPI Provinsi Riau itu Konsisten Menghadirkan Keadilan, guna Memperbaiki Negeri. Sekali lagi saya ingatkan kepada Terlapor Epi Taher dan beberapa Media maupun Wartawan Penjilat! agar segera bertaubat untuk tidak menghembuskan Fitnah, Informasi Bohong dan upaya memecahbelah Konsentrasi atas Penanganan Perkara Penganiayaan tersebut.

“InshaAllah, saya dan keluarga maupun kerabat pastikan, bahwa Terlapor Defrianto alias Epi Taher segera di-Tangkap, di-Gulung dan di-Jebloskan kedalam Penjara. Tak ada ampun bagi Pelaku Kriminalitas. Apalagi si Terlapor itu sudah lebih kurang 5 kali diketahui bentrok dengan Wartawan bahkan melakukan Aksi Pengusiran, Pemukulan dan Penganiayaan para Jurnalis dan Aktivis. Kau kira bisa semua kau 86kan? Manusia Penjilat! kau harus bertanggung jawab. Ingat ya, Hukum Karma Berlaku. Anak Kau ada 6 orang, introspeksi Dirilah, coba dibuat hal yang sama dengan anak ataupun keluargamu?! emangnya kau terima. Hampir Nyawaku melayang kau buat, Epi Taher Jahanam!” ungkap Miftahul Syamsir alias UUL, Sekretaris DPD KNPI Provinsi Riau.

Sementara,untuk mendapatkan keterangan dari pelaku penganiayaan tersebut, media garda45.com  melakukan chat WhatsApp dengan Defrianto yang diduga sebagai pelaku pengeroyokkan di nomor 0823-5149-XXXX terkait motif kejadiannya.

“Itu bukan kritik atau saran malainkan seenaknya saja dia menghujat Pak PJ, “tulis Defrianto, menjawab konfirmasi media ini.

Selain itu, Defrianto menyebut bahwa kejadian pemukulan tersebut “Spontan”.

“Bro kan tau aku makan disana?. Kasihan aku lihat pak PJ dihujat seperti itu. Sebenarnya itu spontan. Ketika kutanya perihal nya secara baik baik malah dia bergaya angkuh ditempat pertemuan yang kami telah ditentukannya, mungkin dipikirnya aku takut karena tempat pertemuan di markas dia,” sambung Defrianto Melayu pesan WhatsApp nya, Sabtu (8/10/22), malam.

Sebelumnya, media ini telah melakukan konfirmasi kepala PJ Walikota Pekanbaru terkait pengakuan para pelaku bahwa mereka simpatisan dan suruhan PJ Walikota, sehingga terjadi pemukulan terhadap Sekretaris KNPI Riau.

“Saya tidak pernah berniat jelek sama siapapun. Apalagi memerintahkan atau menyuruh untuk memukul. Ini diluar pengetahuan aku,” jawab Muflihun, Jumat (8/10/22), kemarin. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.