JAKARTA– Hebohnya soal Aksi Demonstrasi yang dilakukan oleh sekelompok pihak, yang mengklaim berasal dari Tim Pemberantasan Judi, Aids dan Narkoba (PANTAS JUARA) DPD KNPI Kota Pekanbaru, justru membuat suasana menjadi tidak Kondusif.
Aksi Demontrasi tersebut diketahui telah beberapa kali terjadi dan sasarannya adalah Pujasera Angkasa, yang secara tidak langsung mengganggu iklim investasi di Daerah Kota Pekanbaru.
Gerakan Ilegal yang dilakukan oleh kelompok liar itu terbukti tidak berdasarkan data, fakta dan informasi yang jelas. Kabarnya, para Kelompok Liar itu berasal dari suruhan seseorang yang ternyata berlandaskan Sakit Hati, karena Tempat Usaha dan Lahan mata pencaharian yang bersangkutan ditutup oleh pihak yang berwenang.
Faktanya adalah Gerakan tersebut hanya berdasarkan Sakit Hati saja. Pimpinan dari Kelompok Liar itu tak terima, Lokasi Tempat Hiburan yang dikelolanya terlebih dahulu di Razia, sampai akhirnya ditutup. Sementara Tempat usaha Pujasera Angkasa itu selama ini berjalan dengan baik dan lancar. Lokasi tersebut hanya menawarkan makanan maupun minuman ala Keluarga. Terkait dengan izin dan persyaratan lainnya, Pujasera Angkasa termasuk yang sangat tertib dan terbaik.
Respon Soal Gerakan Dari Kelompok Liar, Ketua KNPI Riau Tegaskan Pujasera Angkasa Berdampak Bagi Kesejahteraan Rakyat.
Dimintai Komentarnya hari ini, Sabtu (14/3/2026) Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat I, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau hanya katakan, bahwa Aparat Penegak Hukum (APH) harusnya segera bertindak, bedakan ya! sesuatu yang termasuk bahagian dari semangat berdemokrasi dengan Aksi Liar yang dibungkus istilah Demonstrasi Bayaran.
Bertempat di Kantor Sekretariat DPP KNPI, dikawasan Kuningan Jakarta Selatan, Larshen Yunus hanya katakan, bahwa selama ini DPD KNPI Provinsi Riau turut serta dalam membantu kinerja Pemerintah (Pemprov, Pemko dan Pemkab) khusunya terkait dengan Pengembangan dan Majunya para pelaku usaha, seperti unit di Pujasera Angkasa tersebut.
“Lokasi yang didemo mereka itu adalah unit Usaha yang memperkerjakan puluhan bahkan ratusan Buruh, menopang Ekonomi Kerakyatan sampai akhirnya membantu Pemerintah setempat dalam menghadirkan Keberkahan bagi Masyarakat. Kok justru itupula yang didemo? Rusak nama Lembaga KNPI, dibawa-bawa terhadap sesuatu yang remeh remeh seperti itu” ujar Larshen Yunus, dengan nada penuh heran.
Ketua KNPI Provinsi Riau itu kembali menegaskan, agar semua pihak bersatu padu menjaga Kondusifitas antar sesama anak bangsa. Jangan hanya karena kepentingan yang tak seberapa, lantas membuat kegaduhan di Kota Pekanbaru itu.
“Mohon izin bapak Gubernur, Walikota dan para Bupati, mohon maaf atas segala ketidaknyamanan ini. Gerakan tersebut murni dari Kelompok Liar, yang selalu Mengklaim pakai nama KNPI, bahwa dari dulu hingga saat ini Posisi kami tetap sama, yakni Setia di Garis Perjuangan Rakyat” akhir Ketua KNPI Riau Larshen Yunus, seraya menutup pernyataan persnya. (*)






