INHU,(Media Geser) – Bupati Inhu Ade Agus Hartanto menjenguk sejumlah korban diduga keracunan makanan kue kotak yang sedang menjalani perawatan di RSUD Indrasari, Pematangreba, Senin (28/10).
Pasien keracunan makanan ini diduga terjadi usai hadir di acara Festival Literasi (Duta Baca) Inhu, Riau yang digelar di Dinas Perpustakaan pada Selasa (21/10) lalu.
Dalam kunjungan itu, Bupati Ade ditemani Kadiskes Sandra, Kadisperpus Veni Dwipasari dan Kepala BPKAD Riswidiantoro.
Bupati Ade tampak menjenguk satu per satu pasien mulai dari pasien anak dan dewasa. Ia juga memberikan dukungan motivasi kepada orang tua maupun kerabat yang menemani pasien. Mayoritas keluhan dari pasien mulai dari gejala diare, muntah dan demam.
“Kami mohon maaf, semua ini tentu tidak kita inginkan. Kita doakan agar seluruh pasien segera pulih,” katanya.
Atas peristiwa itu, kata Bupati, Pemkab Inhu telah menetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Dengan status tersebut, semua pembiayaan perawatan pasien akan ditanggung pemerintah.
“Ini sudah kita tetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa dan pembiayaan para pasien akan ditanggung pemerintah daerah,” tegasnya.
Menyikapi kendala yang sempat dialami pasien, Bupati menghimbau kepada seluruh rumah sakit agar jangan terlalu kaku menerapkan prosedur ketika ada kondisi darurat seperti ini.
Sementara itu, Kadisperpus Venisa Dwipasari mengkonfirmasi, bahwa sejak hari pertama indikasi kasus keracunan muncul, pihaknya langsung berkoordinasi bersama Dinkes Inhu untuk melakukan langkah penanganan cepat.
“Kami langsung memberikan data dan hari itu juga Dinkes langsung menurunkan Tim Gerak Cepat. Dan tertanggal 22/10/2025 SK KLB langsung ditetapkan,” jelasnya.
Keterangan juga diberikan pihak Dinas Kesehatan. Atas laporan, sejak hari pertama pihaknya langsung lakukan Penyelidikan Epidemiologi awal. Selanjutnya, upaya penanggulangan KLB keracunan pangan dilakukan.
Dinkes juga melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) pada catering penyedia makanan dan melakukan penyuluhan kesehatan guna pencegahan perluasan kasus.
Saat ini, sampel makanan, muntahan, dan tinja sedang diperiksa di Labkesda Provinsi Riau untuk mengetahui penyebab pasti keracunan.
Langkah peningkatkan kesiapsiagaan dengan menambah ruang rawat dan membuka layanan 24 jam di puskesmas rawat inap maupun rawat jalan juga dilakukan. (yuz/rls)





