PEKANBARU– Kabar dari berbagai sumber yang dapat dipercaya, bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru adalah salah satu pihak yang Menerima Kucuran Dana sebesar lebih kurang Rp.150 Milyar dari Pemerintah Pusat, guna Pelaksanaan Proyek Pembangunan Sekolah Rakyat.
Rincian soal Uang sebesar 150 Milyar Rupiah itu sampai saat ini belum juga disampaikan kehadapan Masyarakat melalui “Papan Pengumuman” Karena apapun alasannya! Masyarakat berhak tahu Estimasi Penggunaan Uang sebesar itu. Apakah 150 Milyar hanya untuk Biaya Operasional saja? atau justru sudah termasuk didalam pagu Anggaran Pengadaan Tanah, Bangunan beserta isi Perlengkapan didalam Gedung Sekolah Rakyat tersebut?
Pertanyaan itu langsung disampaikan oleh Pimpinan INDUK Organisasi Kepemudaan (OKP) terbesar dan tertua di Negeri ini.
Menurut Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat I, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau, sejatinya Penggunaan Dana sebesar itu harus dilakukan dengan Transparan dan Akuntabel. Jangan sampai muncul Stigma, bahwa Uang +-Rp.150 Milyar tersebut justru dijadikan Target Operasi (TO) untuk di Lakukan Korupsi.
Dapat Uang Rp.150 Milyar dari Pemerintah Pusat, Ketua KNPI Riau Ajak Masyarakat Plototin Kinerja Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru Soal Pembangunan Sekolah Rakyat.
“Pokoknya Wallahuallam Bissawab, kalau sempat terjadi prasangka seperti itu. Dana 150 Milyar wajib di Kawal Masyarakat. Karena apapun bahasa yang keluar dari mulut para Pejabat saat ini, Rakyat sudah terlebih dahulu tahu, betapa Bauk dan Munafiknya mereka itu. Begitu banyak Spekulasi dan Sandiwara tingkat tinggi. APBD hanya dijadikan Objek untuk di Korupsi, sementara disatu sisi mereka Ceramah soal Agama. Inilah Realitas hidup dinegeri para Badut” ujar Larshen Yunus, seraya meneteskan air matanya.
Ketua DPD KNPI Provinsi Riau itu juga mengajak semua pihak untuk tetap Konsisten Mengawal setiap Visi Misi dan Program Kerja dari para Kepala Daerah, terutama bagi Walikota Pekanbaru saat ini, H Agung Nugroho SE MM dan Wakil Walikota Pekanbaru, H Markarius Anwar ST M.Arch.
“Ayo Bapak Ibu Warga Kota Pekanbaru. Mari sama-sama kita Kawal dan Jaga Pemimpin kita saat ini. Jangan sampai Tersesat, masuk di Lubang yang sama. Karena sudah semakin banyak Pejabat yang Hancur kedalam Nestapa, masuk Penjara dengan Permasalahan yang sama, yakni Tindak Pidana Korupsi” tegas Larshen Yunus.
Hingga berita ini diterbitkan, Sabtu (28/6/2025) Ketua KNPI Provinsi Riau lagi-lagi memastikan, bahwa INDUK Organisasi yang dipimpinnya saat ini tetap sama, yakni Konsisten Menghadirkan Keadilan, Ikhtiar Memperbaiki Negeri.
Pemko Pekanbaru Dapat Kucuran Dana Rp.150 Milyar Buat Bangun Sekolah Rakyat, Ketua KNPI Riau Ajak Semua Pihak Kawal Proses Pelaksanaannya.
“Sekali lagi kami mengajak bapak ibu semua, untuk sama-sama Mengawal setiap Program Wako Agung Nugroho dan Wawa Eka Markarius Anwar. Jangan biarkan mereka bekerja sendirian serta tentunya Jangan biarkan mereka Jatuh Kedalam Lubang Dosa yang sama, yakni Penyalahgunaan Kewenangan maupun Tindak Pidana Korupsi” tutup Ketua KNPI Riau Larshen Yunus, seraya mengakhiri pernyataan persnya. (*)




