Politisi Senior ini Sentil Telinga Gubernur? Simak Diskusinya Bersama Ketua KNPI Riau

oleh -155 views

“Tangisan Itu Nyata, Bukan Retorika”

Bebual Eksklusif bersama Ibeck Assegaf, Politisi Senior asal Riau

JAKARTA– di Tengah Sorotan Publik atas kinerja 100 Hari Gubernur Riau Abdul Wahid, Ketua DPD I KNPI Provinsi Riau Bebual Renyah seraya Mewawancarai Sayed Abubakar Abdullah Assegaf alias Ibeck, Politisi Senior asal Kabupaten Siak, Mantan Anggota DPRD Provinsi Riau dan Mantan Anggota DPR RI, yang Juga dikenal Luas sebagai Figur Suara Nurani Rakyat Riau. Dalam Perbincangan Hangat yang Penuh dengan Emosional namun Jernih, Mantan Ketua DPW Partai PERINDO Provinsi Riau Ibeck Assegaf Bicara Soal Kenyataan di Lapangan, bahwa Kebijakan yang Tumpul dan Air Mata Rakyat Riau yang seakan tak terdengar oleh Ruang Kekuasaan Saat ini.

Ketua KNPI Riau:
Hallo Bang Ibeck, Sedao baru saja menulis opini yang cukup Mengguncang, berjudul “Tangisan yang Tak Terdengar dari Tanah Riau”, Apa yang mendorong Sedao Menulis Tentang Hal itu?

Ibeck Assegaf:
Karena Saya tidak bisa diam, dikampung-kampung, Saya melihat sendiri bukan dari Laporan atau Statistik! Bagaimana Rakyat Hari ini bukan lagi berjuang untuk mimpi, tapi untuk Makan. Banyak anak-anak di Riau berhenti bercita-cita, bukan karena malas, Tetapi Karena Lapar dan Lebih Menyakitkan, Semua itu Seakan tak dianggap Penting oleh Mereka yang Duduk di Atas Sana, Seperti Kisah Film Gubernur Abdul Walid (bukan Wahid).

Ketua KNPI Riau:
Apakah Sedao merasa Pemerintahan saat ini Abai terhadap Kondisi tersebut?

Ibeck:
Saya Tak Mengatakan Abai Sepenuhnya. Tapi kepekaan itu hilang (alias PEKAK)
Seratus Hari ini diisi dengan Potret-Potret Seremonial, Bukan Keberpihakan yang Nyata. Ketika Angka Pengangguran Naik, TPAK Menurun, Sektor informal tetap dominan, Apa yang kita dengar? Malah yang ditampilkan Justru Sabuk Mewah, Senyum Kamera dan Makan Siang Politik. Padahal Rakyat Riau sedang menjual Rice Cooker demi bisa Beli Seragam Anaknya.

Ketua KNPI Riau:
Seberapa Buruk Kondisi Ekonomi yang Anda (Sedao) Lihat di Lapangan?

Ibeck:
Sangat Parah!!! Pertumbuhan Ekonomi Riau diproyeksi hanya sekitar 3,18% – 3,71%. Tapi yang Harus Kita Lihat bukan hanya Grafik, Tapi Wajah orang-orang di balik Angka itu. Konsumsi Rumah Tangga Turun, Sektor investasi Lesu, dan Petani yang Menyerap 32% Tenaga Kerja Masih Hidup dalam Ketidakpastian Harga Panen. Itu Realitas yang tak bisa ditutupi dengan Senyum di Media Sosial.

Ketua KNPI Riau:
Tapi bisa saja ada yang Mengatakan bahwa Anda terlalu Sentimentil atau Politis dalam Mengkritik.

Ibeck:
Saya Politisi, iya. Tapi Saya Juga Anak Kampung. Saya Tahu Rasa Lapar. Saya pernah jadi Saksi ibu-ibu Pinjam Uang demi beli Baju Sekolah Anaknya. Ini bukan soal Sentimen, ini Soal Tanggung Jawab. Kalau ada yang Menyebut ini Politis, ya memang sudah seharusnya Politik Membela yang Lemah, bukan sibuk Mendandani Kekuasaan.

Ketua KNPI Riau:
Ada Bagian Tulisan Anda yang Menyentuh: “Gubernur Berdiri Gagah, Tapi Rakyat Berjalan Tanpa Cahaya.” Bisa dijelaskan Maknanya?

Ibeck:
Itu Metafora dari Realita Hari ini. Kita Lihat Pemimpin Hadir di banyak tempat, Tapi tak benar-benar Hadir di hati Rakyat. Mereka tahu cara terlihat sibuk, Tapi tak Menyentuh yang Paling Dasar: Soal Dapur Rakyat. disaat Rakyat Menahan Tangis di Dapur, Pemimpin Justru Asyik Potong Pita dan Salaman di Aula Mewah. Ada Jurang Empati di sana.

Ketua KNPI Riau:
Bagaimana Harapan Anda ke depan, Bang Ibeck???”

Ibeck:
Harapan Saya Sederhana Saja: Semoga Suara Rakyat Bisa Masuk ke Ruang-Ruang Kekuasaan yang Sejuk ber-AC itu. Bahwa di Luar sana, ada anak-anak yang Menunggu Sepatu Sekolah. Ada ibu-ibu yang Menunggu Beras Murah, dan ada Petani yang hanya ingin Harga Layak untuk Panennya. Kalau Pemimpin tak bisa Hadir untuk Mereka, maka kita semua Gagal sebagai Bangsa.

Ketua KNPI Riau:
Kalau Gubernur Membaca ini, Apa yang ingin Langsung Anda Sampaikan?

Ibeck:
Pak Gubernur Riau, Rakyat Tidak Butuh Anda di Semua Podium. Mereka Butuh Anda di Dapur Mereka, di Ladang Mereka, di Sekolah Anak-Anak Mereka. Turunlah, Bukan Hanya ke Lokasi, Tapi ke Hati Rakyat. Dengarkan Tangisan itu. Karena itu Bukan Retorika. Itu Hidup yang Nyata.

Ketua KNPI Riau:
Terakhir, Bang Ibeck. Anda Yakin Perubahan Bisa Datang?

Ibeck:
Saya Selalu Yakin, Karena Harapan adalah satu-satunya yang Tersisa Ketika Semua yang Lain Hilang dan Tugas Kita sebagai Politisi Bukan Menyenangkan Kekuasaan, Tapi Menyuarakan Harapan itu Sekecil Apapun ia terdengar.

Ketua KNPI Riau: Okelah Bang Ibeck, Biarkan Saja Sesuka Hatinya, yang Penting Abang Sudah Mengingatkanya, Memberikan Saran dan Masukan. Kalau Tetap Saja Dia Bengak, Maka Kita Ganti Saja Namanya Menjadi Gubernur Abdul Walid (bukan Wahid), seperti Kisah di Film-Film itu Lho. Biarkan Saja Gubernur Omon-Omon itu Bang Ibeck, “yang Penting Ayok Kita Ngopi Bang” akhir Ketua KNPI Provinsi Riau, Larshen Yunus seraya menutup sesi Bebual dan Wawancara bersama Politisi Senior asal Riau, Sayyed Abubakar Abdullah Assegaf alias Ibeck Ronggo 88. (*)

EDITOR: Piter Tanjung/ Junairi KS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.