Tribun Pacu Jalur Jadi Lokasi Target Jumat Curhat Polsek Rengat Barat

oleh -25 views

INHU,(Media Geser) – Personel Polsek Rengat Barat Polres Inhu Polda Riau melaksanakan giat Jumat Curhat pada pekan ini dan lokasi sasarannya berada di Tribun Pacu Jalur Desa Redang, Kecamatan Rengat, Jumat (17/2).

Giat Jumat Curi Hati Masyarakat (Curhat) dipimpin Kapolsek Rengat Barat Kompol Deni Afrial didampingi Panit Binmas Aipda Rio Ningrat dan sejumlah personel Polsek Rengat Barat dan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Agama (STIA) Indragiri.

Kapolsek Rengat Barat Kompol Deni Afrial kepada media ini menuturkan, bahwa giat Jumat Curhat pada pekan ini membahas masalah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Redang.
Yang mana, saat ini sudah memasuki musim kemarau. Untuk itu, pihaknya berharap agar warga tidak ada lagi yang membuka lahan dengan cara membakar.

“Tak henti-hentinya kita mengimbau tentang bahaya Karhutla maupun tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan peredarannya,” kata Deni.

Deni menambahkan, dalam giat itu ada tanya jawab. Dimulai dengan pertanyaan dari perangkat Desa Redang Fahren Jhon Lyod tentang kenakalan remaja yang buat keributan diluar desa. Serta pembuatan spanduk cegah Karhutla dan spanduk penyalahgunaan narkoba.

Mendengar itu, lanjut Deni, pihaknya sudah melaksanakan giat preentiv seperti patroli sore hingga malam ditempat-tempat keramaian, seperti Stadion Batu Canai, RTH Pematangreba dan membubarkan pemuda-pemuda yang berkumpul.

Menyoal pemasangan spanduk, pihaknya sudah berencana untuk membuat kedua spanduk tersebut. Termasuk menjawab dari Kepala Dusun (Kadus) Sri Teluk Seberang perihal izin penambangan pasir dan batu serta aktifitas hewan buas yang ada di Dusun Sri Teluk Seberang yang kehadirannya sudah mendekati areal pinggiran sungai.

Mengenai izin tambang, jelas Deni, warga disarankan untuk mengurus izinnya ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM – PTSP) Inhu karena kepolisian tidak ada mengeluarkan izin tersebut.

“Mengenai hewan buas yang dilindungi kita akan berkoordinasi ke BBKSDA Riau dan BKSDA Rengat untuk menyampaikan tentang adanya hewan buas, Harimau Sumatera yang sudah meresahkan warga khususnya para petani karena hewan tersebut sudah memasuki areal kebun warga,” terang Deni.

Selain itu, tentang Karhutla dan sanksi pidananya, sebagimana ditanyakan Sekdes Redang, Deni mengimbau agar warga jangan membakarnya jika membuka lahan, baik disengaja atau tidak maupun unsur kelalaian karena ada pidana penjara.

Deni menekankan agar Kades Redang mendata setiap warga masyakat yang baru datang atau yang tinggal dilingkungan disekitar lokasi lahan gambutz sehingga mempermudah koordinasi dengan masyarakat apabila terjadi kebakaran lahan. (yuz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.