Sebanyak 35 WBP Rutan Rengat Terima Remisi Natal

oleh -17 views

INHU,(Media Geser) – Sebanyak 35 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Rengat menerima pengurangan masa hukuman atau remisi diperayaan Hari Natal 2022, Ahad (25/12).

Remisi itu dikhususkan bagi 35 orang WBP beragama Nasrani.
Kepala Rutan (Ka Rutan) Kelas II B Rengat Julius Barus SE MH dalam kesempatan yang baik dan hari berbahagia itu mengatakan, sebanyak 35 WBP betagama Kristen (Nasrani) menerima remisi Natal 2022.

Kata Julius, remisi itu diberikan 15 sampai 45 hari. Remisi itu disampaikan langsung melalui upacara remisi yang diikuti seluruh (WBP) penerima remisi.
“Pemberian remisi.langsung kita sampaikan kepada 35 WBP yang menerimanya,” kata Julius kepada wartawan diaela-sela acara, Ahad (25/12).

Namun, kata dia, sebelum itu, saat memimpin upacara pemberian remisi, terlebih dahulu membacakan Surat Keputusan (SK) Kementerian Hukum dan HAM RI.

“Dalam SK itu disebutkan (peringatan) dengan tegas bahwa setiap WBP yang menerima remisi agar terus berperilaku baik selama menjalani masa hukuman,” kata Julius.

Gunakanlah remisi itu dengan baik. Jika tidak bakal ditarik kembali. Saya juga tidak segan-segan untuk menindak tegas jika nantinya ada WBP membuat kesalahan fatal. Apalagi mengkonsumsi narkotika, akan saya tindak,” tegasnya
Julis menuturkan, perayaan Natal tahun 2022 mengusung tema “Pulanglah Mereka Melalui Jalan Lain”. Artinya, pemberian remisi merupakan salah satu bentuk pemenuhan hak WBP dalam rangka pembinaan kerohanian.

Dengan tujuan, untuk meningkatkan keimanan kepada Tuhan bagi WBP beragama Kristen yang sedang menjalani masa hukuman.

“Melalui perayaan Natal tahun ini, saya berharap.kepada para WBP yang merayakannya agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Jadikanlah momentum perayaan Natal ini sebagai sarana intropeksi diri agar menjadi insan yang berakhlak dan berguna bagi orang lain,” pesan Julius.

Sedangkan tema “Pulanglah Mereka Melalui Jalan Lain” dikutip dari Matius 2:12.

Bukan tanpa makna, melainkan jalan lain dalam kalimat tersebut memiliki makna mendalam.

Jalan lain dapat dimaknai sebagai jalan baru yang dapat ditempuh umat manusia, walaupun ada rintangan yang harus dilewati. Sebab, hal itu merupakan petunjuk dari Tuhan.

Julius mengajak para WBP yang merayakan Natal supaya bertekad untuk tidak sekedar berjumpa dengan Yesus maupun mengenal dan bahkan menyembah-Nya.

Akan tetapi yang paling utama agar selalu mengikuti setiap perintah dan kehendak-Nya didalam segala aspek kehidupan dan memilih jalan Tuhan.

Data yang dirangkum media ini, bahwa pemberian remisi tersebut tertuang dalam SK Menteri Hukum dan HAM RI No. PAS-1914.PK.05.04, No. PAS-1915.PK.05.04 serta No.PAS-1916.PK.05.04 tanggal 25 Desember 2022.

Dengan rincian RK 1 dan II, 15 hari sebanyak 10 orang, 1 bulan sebanyak 22 orang dan 1 bulan 15 sebanyak 3 orang.
Selama upacara.berlangaung, Ka Rutan Kelas II B Rengat Julius Barus didampingi Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Wan Rezwanda dan Kasubsi Pelayanan Tahanan Nepri Mutasni. (yuz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.