INHU,(Media Geser) – Kepala Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD) Inhu Ergusfian S.Sos mengatakan bahwa tim penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Inhu terdiri dari KPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, PT SSR dan Masyarakat masih berada di lokasi untuk melakukan pendinginan.
“Tim masih dilokasi. Pendinginan terfokus pada areal yang masih mengeluarkan asap. Karena dilokasi gambut yang terbakar masih mengeluarkan asap walau sedikit asap yang keluar dari dalam gambut,” kata Etgusfian, Selasa (16/8).
Dikatakannya, karakter lahan gambut yang dalam itu jika api atau sudah menjadi bara lambat padamnya. Sehingga tim yang berada dilokasi harus benar-benar dapat memastikan bara sudah mati.
Upaya lainnya, tim melakukan penyekatan luasan lahan yang terbakar (mata api) agar tidak meluas. Jika mata api dipastikan pada maka dilakukan pendinginan.
Selain itu juga dilokasi terdapat tunggul kayu kering yang rentan terbakar. Dari tunggul kayu dan ranting-ranting kayu berupa bara itu jika tertiup angin kencang akan melompat (terbang) terbawa angin.
“Mata api seperti itu yang kita antisipasi. Maka dari itu kita pastikan benar-benar padam. Jika sudah tersekat dan kepala api padam maka kerja kita lebih ringan. Tahap demi tahap kita melakukan sekat areal agar kebakaran tidak meluas. Terhitung hari ini kerja tim sudah memasuki hari keenam,” jelasnya.
Ergusfian menututkan, sarana pendukung kerja tim dilapangan yang dipakai untuk melakukan pemadaman dan pendinginan, yakni 3 unit mesin portabel, mesin kohler 3 unit, mesin khosin 1 unit, mesin mark tiga 2 unit dan mesin mini strike 1 unit.
Untuk menuju ke lokasi, tim menggunakan kenderaan bermotor roda empat dan roda dua serta perahu pompong.
“Tim KPBD berjumlah 20 orang. Turun kelokasi mulai pukul 8.00 hingga 17.00 WIB. Alhamdulillah, sumber air dekat dengan lokasi yang terbakar,” ujarnya. (yus)





