INHU, (Media Geser) – Hatta Munir (72) salah seorang petani kelapa sawit yang merugi akibat anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) di Kabupaten Inhu, Riau.
Yang mana, para pengusaha, sebagai pemilik Pabrik Kelapa Sawit (PKS), dengan seenaknya saja mematok harga TBS dari petani, tidak menetapkan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian Perkebunan dan Perikanan Inhu.
Hatta Munir, warga Airmolek, Kecamatan Pasir Penyu ini menuding pemilik PKS sudah terlampau kurang ajar karena telah menghargai TBS petani dengan seenaknya saja.
“Kepatuhan para pengusaha (pemilik) PKS terhadap penetapan harga yang telah ditetapkan pemerintah melalui Dinas Pertanian Perkebunan dan Perikanan Inhu tidak dianggap berlaku. Inilah kejahatan para pengusaha yang tidak mematuhi aturan di negara ini,” tegas Hatta Munir kepada media ini, Jumat (17/6).
Jika tipikal pengusaha PKS seperti itu tidak boleh dibiarkan dan pemerintah harus hadir untuk membela nasib rakyat kecil.
“Perilaku mereka sudah seperti membuat negara didalam negara, dengan aturan yang mereka buat sendiri. Sedangkan aturan yang ada di negeri ini tidak dipatuhi,” sebutnya.
Mantan anggota DPRD Inhu ini berharap kepada pemerintah untuk mempertanyakan kepada para pengusaha PKS.
Sebab,.perbuatan mereka sudah keterlaluan didalam pembelian harga TBS petani dengan mematok harga yang tidak wajar lagi.
Lain pihak, Sekdakab Inhu Hendrizal ketika coba dimintai tanggapannya terkait persoalan yang dialami para petani kelapa sawit di Inhu tidak memberikan jawaban.
Melalui pesan singkat WhatsApp (WA), media ini menanyakan dan sudah dibaca, tapi hingga berita ini diturunkan masih belum memberikan (balasan) jawaban. (yuz)







