INHU,(Media Geser) – Pemkab Inhu yang telah meraih opinib Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 5 kali berturut-turut dalam penyampaian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) sejak 2016 lalu, kembali menyerahkan LKPD tahun anggaran 2021 kepada Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Provinsi Riau di Pekanbaru, Rabu (2/3).
LKPD diserahkan langsung oleh Bupati Indragiri Hulu Rezita Meylani Yopi SE kepada Plh Kepala BPK RI Perwakilan Riau Handrias Haryotomo didampingi jajaran BPK RI perwakilan Provinsi Riau.
Turut mendampingi Bupati Rezita diantaranya Sekdakab Inhu Ir H Hendrizal MSi, Asisten Pemerintahan dan Kesra H Syahrudin S Sos MT, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Paino SP, Asisten ADM Umum Dra Hj Erlina Wahyuningsih MIP, Inspektur Inspekorat Inhu Boyke David Elman Sitinjak SE MSi, Sekwan Inhu Drs H Kuwat Widiyanto, Plt Kepala BPKAD Inhu Riswidiantoro SE dan Sekretaris Bapenda Inhu Ria Herlina SE serta tim review LKPD Kab Inhu Tahun Anggaran (TA) 2021.
“Sangat luar biasa Kabupaten Indragiri Hulu menjadi salah satu kabupaten yang tercepat di Provinsi Riau dalam menyerahkan LKPD.
Untuk itu, atas nama BPK kami sangat mengapresiasi langkah ini,” ungkap Handrias.
Ucapan terimakasih juga Handrias sampaikan atas kerjasama yang telah berjalan selama proses pemeriksaan ini.
“Insya Allah, dalam minggu depan tim akan kembali ke Indragiri Hulu untuk melakukan pemeriksaan terinci,” ujarnya.
Handrias menambahkan bahwa kualitas laporan keuangan adalah suatu yang lebih penting terkait isi yang benar, menampilkan kewajaran serta asersi-asersi yang dibutuhkan.
Laporan keuangan dengan opini seperti diharapkan oleh BPK dan Pemda menurutnya harus sejalan dengan kenyataan pengelolaan keuangan daerah dalam tahun berjalan yang juga berbanding lurus dengan tingkat kepuasan masyarakat dalam menerima pelayanan dari aparatur Pemda serta tingkat kesejahteraan rakyatnya.
“Untuk itu kami berharap Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu dapat memperoleh opini yang lebih baik, dan dapat mempertahankan predikat WTP yang telah dicapai,” ungkapnya.
Bupati Rezita dalam sambutannya pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa penyerahan laporan keuangan tersebut sesuai peraturan perundang-undangan merupakan kewajiban kepala daerah yang kemudian akan direviu dan diperiksa oleh BPK.
“Sesuai dengan hasil pertemuan saya dengan tim BPK pada ‘entry meeting’ pada 2 Februari lalu, Pemkab Inhu tetap komitmen dan terus berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan keterangan atau penjelasan pada saat pemeriksaan terperinci nanti,” ujar Bupati Rezita.
Ditambahkannya lagi, apalagi dengan adanya perubahan aturan tentang pola penyajian laporan keuangan pemerintah daerah yang ada sekarang ini maka apabila nantinya terdapat temuan yang harus ditindaklanjuti, Pemkab Inhu akan segera memperbaiki kesalahan dan kekurangan di masa lalu serta akan meningkatkan pengawasan serta pengendalian internal.
Bupati Rezita pada kesempatan tersebut juga mengatakan bahwa dengan telah diserahkannya LKPD tersebut, Pemkab. Inhu kembali siap menerima kedatangan tim Reviu LKPD BPK RI Perwakilan Prov. Riau.
“Mudah-mudahan kerjasama ini dapat membawa perubahan berarti bagi Kabupaten Indragiri Hulu agar meraih pencapaian yang lebih baik lagi pada saat ini dan dimasa yang akan datang,” ujar Bupati perempuan pertama di Indragiri Hulu ini.
Terkait pencapaian opini WTP, Bupati Rezita mengatakan bahwa hal tersebut merupakan kebanggaan tersendiri khususnya bagi Kab. Inhu yang telah mencapai 5 kali berturut-turut.
“Kami sangat berharap tetap mempertahankan pencapaian opini WTP pada LKPD Tahun Anggaran 2021 maupun di masa yang akan datang,” harap Bupati Rezita. (yuz)