Halangi Tugas Jurnalistik, Suhartono Terancam Pidana 2 Tahun Penjara

oleh -162 views

Rokan Hulu, (Media Geser) – Dalam ketentuan UU Pers, Pasal 18 ayat (1) UU Pers menyatakan, “Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah.

Dengan menghalangi Tugas Jurnalistik itu dilakukan Salah seorang  Warga Desa Muara Dilam, Suhartono Kecamatan Kuntodarussalam, Kabupaten Rokanhulu (Rohul)  kepada salah seorang wartawan media online Wartapos melaksanakan tugas peliputan, Kamis, (10/6/2021).

Seakan warga tersebut tidak perduli dengan ketentuan tugas Jurnalistik sesuai Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Peristiwa tersebut bermula dari klaim beberapa warga atas lahan yang terletak ditengah tengah perkebunan sawit PT. SAMS, Yang letaknya berada di Wilayah Desa Muara Dilam Kecamatan Kunto Darusallam seluas 70 hektar adalah milik warga.

Akhirnya, perdebatan sengit tak bisa dihindari antara warga dengan pihak perusahaan sehingga berujung pelarangan liputan oleh Suhartono terhadap Hendri Halawa Wartawan Wartapos, yang saat itu sedang melakukan aktifitas liputannya.

Salah satu warga Desa Muara Dilam  Kecamatan Kuntodarussalam Suhartono didampingi 4 rekannya datang menggunakan mobil dan langsung menghentikan  aktivitas karyawan buruh panen. Tak disangka, saat awak media melakukan peliputan, Saat itu pula dengan sikap arogansinya Suhartono menuding awak media tersebut dengan bahasa yang tidak beretika layaknya seorang preman.

Suhartono menuding bahwa Wartawan Hendrik Halawa ditugaskan oleh PT.SAMS  untuk mengawal pemanen yang  bekerja pada saat itu.

“Saya ingatkan kau Halawa ya, Jangan macam macam kau,”dengan nada tinggi  sambil mendorong tubuh saya, “Ujar Hendrik Halawa meniru ucapan Suhartono.

Lebih lanjut Hendrik Halawa mengatakan, Bahwa pada saat itu dirinya hanya melakukan tugas peliputan, bukan sebagai pengawal buruh panen sebagaimana yang dituduhkan Suhartono.

Tak hanya sampai disitu, Suhartono juga mangajak Hendrik Halawa untuk berduel satu lawan satu diluar  komplek perusahaan.

Editor : Efriadi Situmorang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.