JAKARTA– Menindaklanjuti Isu Soal Adanya Praktik Haram Pemberian Uang pada saat Kontestasi Pemilihan Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) pada Kongres ke-VII tanggal 30 April sampai 3 Mei 2026 kemarin, yang diselenggarakan di Lumire Hotel and Convention Center Jakarta Pusat dan di Gran Melia Hotel Jakarta Selatan, Delegasi dari Provinsi Riau buka suara.
Isu tersebut diperoleh dari beberapa pihak yang sudah terlanjur murka dengan Peristiwa yang Memalukan itu, ditengah Stigma Positif soal Organisasi Inteligensia Kristen Indonesia yang berbasis Keagamaan.
DPD PIKI Provinsi Riau Bantah Isu Soal Pemilihan Ketum DPP Pakai Uang, Larshen Yunus: “Delegasi Kami Clean and Clear, Saya Saja 100% Biaya Pribadi”
Dimintai Komentarnya hari ini, Senin (4/5/2026) Larshen Yunus selaku Ketua Bidang Kepemudaan DPD PIKI Provinsi Riau hanya mengatakan, bahwa Informasi tersebut Keliru dan sangat-sangat Menyesatkan.
Melalui Komunikasinya bersama Ketua PIKI Riau Pak Sitorus dan Sekretaris DPD Pak Duha, Larshen Yunus tegaskan, bahwa Isu seperti itu benar-benar 100% Hoax, Sesat dan Menyesatkan.
“Bahwa Kedua Calon masing-masing di Nomor Urut 1, BMW-PS dan di Nomor Urut 2, Maruarar Sirait S.IP-Dr Benyamin Patondok telah menjalani serangkaian Tahapan sebelum Resmi di Pilih lewat Proses Demokrasi secara langsung. Prinsipnya tetap sama, yakni mari menjadi Insan yang selalu Menghadirkan Berkat bagi semua Makhluk CiptaanNya” ungkap Larshen Yunus.
Menurut Fungsionaris DPD PIKI Provinsi Riau itu, isu terkait adanya “Politik Uang” dalam Kontestasi Pemilihan Ketua Umum DPP PIKI, 1 Paket dengan Pemilihan Sekretaris Jenderal (Sekjen) sama sekali tidak benar. Larshen Yunus berkali-kali Menegaskan, bahwa hal itu sudah masuk Kategori Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yakni Tindak Pidana Fitnah, Pencemaran Nama Baik maupun Pelanggaran UU ITE.
Mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Riau itu juga mengajak semua pihak untuk selalu Tabbayun dan Membiasakan diri Bersikap Berbaik Sangka. Jangan mudah percaya terhadap sesuatu yang belum pasti, berdasarkan Omon-Omon Belaka.
“Ayo Revolusi Mental Kawanku! Terpilihnya Maruarar Sirait S.IP sebagai Ketua Umum DPP PIKI dan Dr Benyamin Patondok sebagai Sekretaris Jenderal DPP PIKI adalah karena Anugerah TUHAN, Campur tangan Illahi dalam memilih seorang Pemimpin. Jangan percaya Omon-Omon, Ayo Tabbayun dan Berbaik Sangka saja, di Kroscek dulu sebelum percaya terhadap suatu hal. PIKI itu wadahnya para Intelektual Kristen Indonesia” imbuh Larshen Yunus.
Ketua DPD KNPI Provinsi Riau itu dengan Kapasitasnya sebagai Fungsionaris PIKI Provinsi Riau dengan tegas Membantah Tuduhan yang sangat Keji seperti itu. Karena tidak akan dibenarkan adanya Bagi-Bagi Uang seperti yang telah disangkakan.
“Ayo Bapak Ibu Civitas PIKI se-Indonesia! Mari bersatu, jangan muda di Provokasi dengan hal-hal yang tak penting. Isu soal Bagi-Bagi Uang terkait dengan Pemilihan Ketum-Sekjen DPP PIKI adalah bentuk Kejahatan Informasi yang sangat Keji, 100% Fitnah yang sangat Kejam” akhir Ketua KNPI Riau Larshen Yunus, dihadapan para Delegasi PIKI se-Indonesia yang sampai saat ini masih berada di Kawasan Jakarta Selatan. (*)






