Selalu Bersandiwara dan Pura-Pura Gila, Kapolresta Pekanbaru di Tantang Ketua KNPI Riau Bereskan Gudang BBM Ilegal: Mafia Minyak Merajalela!

oleh -115 views

PEKANBARU– Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat I, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau, kembali “Menantang Aparat Penegak Hukum” dalam hal ini Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta) Pekanbaru, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika S.IK beserta Jajaran yang selama ini terkesan Gagal Total dalam menjalankan Tugas dan Fungsinya sebagai pihak yang Mengawasi dan atau Menjaga tidak terjadinya Praktek Haram Penimbunan Minyak Bersubsidi di Wilayah Hukum (Wilkum) Polresta Pekanbaru.

Pimpinan INDUK Organisasi Kepemudaan (OKP) terbesar dan tertua itu tegaskan lagi, bahwa Polri diberikan Kewenangan oleh Negara dalam menjaga tata kelola dan aktivitas Perbuatan curang Penimbunan BBM yang menguntungkan sekelompok pihak, yang tak jarang ditemukan disudut-sudut Kota Pekanbaru.

Selalu Bersandiwara dan Pura-Pura Gila, Kapolresta Pekanbaru di Tantang Ketua KNPI Riau Bereskan Gudang BBM Ilegal: Mafia Minyak yang sudah sangat Merajalela!!!

Praktek Haram Mafia Minyak yang dimaksud ditandai dengan banyaknya tontonan Antri Kendaraan yang Mengular disetiap Pom Bensin dan atau SPBU yang ada di Kota Pekanbaru sekaligus ditandai dengan masih kokohnya berdiri Gudang-Gudang Minyak Ilegal.

“SPBU yang kami maksud berada di Jalan Durian, Tuanku Tambusai, Jalan Soekarno Hatta, di Jalan Kaharuddin Nasution, Arifin Ahmad, di Jalan HR Soebrantas dan di Jalan SM Amin Arengka Dua, persis disamping Kantor Pajak Pekanbaru. Kalau untuk Keberadaan Gudang-Gudang Minyak Ilegal itu, kami siap sedia membawa Petugas langsung ke Lokasi” tegas Larshen Yunus.

Ketua DPD KNPI Provinsi Riau itu berkali-kali menegaskan, bahwa Perbuatan tersebut sangat merugikan Negara, Daerah dan Masyarakat. Praktek Kotor itu seakan hanya dijadikan Tontonan saja. Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) setempat kerap dan selalu beralasan, bahwa pihaknya tidak mengetahui hal itu, kalaupun ditunjukkan Bukti-Bukti (BB) Permulaan seperti keberadaan Gudang minyak Ilegal, Petugas Kepolisian berkali-kali juga memiliki seribu satu alasan, Sandiwara dan Ilmu Spekulatifnya terlalu kental.

“Kalau Praktek Haram di SPBU, biasanya berlangsung sore menjelang malam hari, tapi juga masih banyak yang beraksi pada pagi dan siang hari, kerap menggunakan kendaraan pribadi seperti Mobil Keluarga ataupun Mobil Pick Up, prosesnya senyap dan terkesan rapi, demikian juga yang di Gudang, mayoritas berlangsung pada malam menjelang subuh hari, Wallahuallam Bissawab” tutur Larshen Yunus, dengan nada penuh optimis.

Ketua KNPI Provinsi Riau itu kembali menegaskan, bahwa mayoritas Aparat Penegak Hukum di institusi Kepolisian RI kerap bersikap layaknya seperti Artis Ibukota, Bersandiwara dan Selalu Bersandiwara.

“Permasalahan yang kami maksud itu Kasat Mata Lho, semuanya terlihat jelas! tapi masih sanggup oknum Polisi setempat berkilah dan menjawab dengan berbagai Spekulasi tingkat tinggi. Rakyat selalu dibodoh-bodohi dan menjadi Objek Tipu Muslihat oknum APH tersebut, mau sampai kapan lagi situasi ini berlangsung. Riau ini Kaya Lho, diatas minyak, ditengah minyak dan dibawah juga minyak, tapi Antrian Panjang di SPBU selalu dirasakan. Begitu banyak SPBU, tapi tontonan yang sama selalu terlihat dengan jelas” kesal Ketua KNPI Riau Larshen Yunus, seraya menunjukkan beberapa BB Permulaan.

Lemahnya pengawasan APH di Wilayah Hukum (Wilkum) Kepolisian Resort Kota (Polresta) Pekanbaru turut memberi celah bagi pelaku dalam melakukan Praktek Haram Penimbunan dan Pengoplosan tanpa terdeteksi dengan jelas.

“Ingat dan Camkan! bahwa selama masih ada celah untuk meraup keuntungan, Praktek Haram seperti itu akan terus berlangsung dan berulang-ulang, kecuali adanya langkah tegas dalam memberantasnya hingga ke akar-akarnya. Padahal, saat ini sedang gencar-gencarnya slogan “Reformasi Polri” namun hanya sebatas omon-omon doang, Pejabat dan Aparat di Republik ini dominan masih berkutat dan bermain sandiwara” pungkas Larshen Yunus, yang juga mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Riau, Larshen Yunus.

Hingga berita ini diterbitkan, hari ini Selasa (25/11/2025) Aktivis Anti Korupsi Lulusan Kampus Universitas Riau (UNRI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu katakan lagi, bahwa dari dulu sampai saat ini dirinya selalu Setia di Garis Perjuangan Rakyat dan akan terus bergelora menjadi Pelopor dalam mengawasi institusi Kepolisian dari sisi Eksternal. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.