Terkait Quota Penjualan Batubara, Diduga Ada ‘Main Mata’ PT PIR dengan PT EDCO

oleh -358 views

INHU,(Media Geser) – Diduga kuat telah terjadi kongkalikong antara PT Pengembangan Investasi Riau (PIR) dengan PT EDCO dan atau PT BBS (perusahaan pembeli batubara-red) didalam jual beli hasil tambang batubara.

Yang mana, pada tahun 2022 ini quota penjualan batubara PT PIR sudah habis. Selain itu, Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB) yang dikantongi PT PIR dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) RI untuk tahun 2023 diduga belum dikeluarkan.

Sebab, RKAB wajib disusun oleh setiap perusahaan pertambangan setiap tahun dan diajukan untuk disetujui oleh Kementerian ESDM RI.

Jika terjadi demikian maka, ketiga perusahaan diatas telah melakukan pelanggaran hukum. Sebab, apa yang dilakukan itu diduga ilegal dan ada unsur pidana.

Informasi yang diterima media ini, ketiga perusahaan yang beroperasi diwilayah Desa Pematang Benteng, Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Inhu, Riau ini aman-aman saja selama ‘main mata’.

Karena quota penjulaan batubara PT PIR untuk tahun 2022 ini diduga kuat sudah habis. Sehingga untuk memuluskan penjualan batubara, pihak PT PIR dengan PT EDCO dan atau PT BBS diduga telah terjadi kongkalikong.

“Jika benar adanya maka apa yang dilakukan oleh kedua perusahaan itu telah terjadi tindak pidana atau pelanggaran hukum. Untuk itu, diminta aparat penegak hukum, baik itu Kejaksaan dan Kepolisian untuk menindaklanjuti atas dugaan pelanggaran hukum tersebut. Sehingga tidak ada pihak-pihak lain yang merasa dirugikan,” kata sumber yang namanya tidak ingin dipublikasikan, Rabu (2/11).

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT PIR maupun PT ESCO dan atau PT BBS masih belum bisa dihubungi untuk dikonfirmasi seputar masalah diatas. (yuz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.