ROKAN HULU,(Media Geser) – Judi meja ikan alias Gelper, permainan judi tembak-menembak yang kerap menjadi sorotan, semakin merajalela di daerah Rokan Hulu (Rohul) yang dikenal dengan julukan Negeri Seribu Suluk, apalagi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Kondisi ini semakin memprihatinkan setelah dikabarkan bahwa Pemerintah Resor Kepolisian (Polres) Rohul terkesan tutup mata terhadap operasi ilegal tersebut, dengan diduga pihak pengaman yang bertindak sebagai “dekingan” adalah Wahyu Harahap – sosok yang tidak asing dan juga merupakan pengurus organisasi masyarakat (ormas).
Permainan judi Gelper ini telah menjadi beban bagi masyarakat Rohul, terutama kalangan laki-laki yang kerap terhipnotis mengharapkan kemenangan. Padahal dalam kenyataan, yang selalu menang dan menghasilkan omset besar setiap harinya adalah bandar judi. Dampak negatifnya pun dirasakan di dalam rumah tangga, di mana seringkali terjadi pertengkaran akibat masalah perekonomian. Banyak istri yang merasa kecewa karena suami mereka menghabiskan uang untuk judi, bukan untuk kebutuhan keluarga.
Menurut informasi yang diperoleh, Wahyu Harahap diduga berperan sebagai koordinator pengaman untuk operasi judi meja ikan tersebut. Tak hanya itu, ia juga diduga berperan dalam mengkondisikan oknum media agar bekerja sama dengan “menutup mulut” dengan memberikan imbalan, sehingga tidak ada berita tentang operasi judi tersebut yang beredar di media masing-masing.
Kekesalan juga muncul dari kalangan perempuan yang merasa terganggu dan merugikan keberadaan judi meja ikan yang seringkali beroperasi dekat rumah ibadah. Hal ini membuat aktivitas ibadah masyarakat terganggu dan mengganggu ketenteraman lingkungan sekitar.
Upaya wartawan untuk mengkonfirmasi kondisi ini pada Sabtu (6 September 2025) tidak menghasilkan hasil. Wartawan yang mencoba menghubungi Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra, S.I.K, M.Si melalui telepon seluler dan pesan WhatsApp tidak mendapatkan tanggapan sama sekali. Begitu juga dengan Wahyu Harahap, yang diduga sebagai dekingan, tidak merespon apapun upaya konfirmasi yang diberikan.
(*)





